karikatur murah, karikatur murah surabaya, desain karikatur murah, Desain karikatur, karikatur wajah, jasa karikatur wajah, Sketsa wajah, desain sketsa wajah, sketsa wajah murah, jasa karikatur, jasa karikatur surabaya, karikatur surabaya, lukis wajah, buat sketsa wajah, lukis sketsa wajah

Apakah Anda memiliki produk/jasa yang luar biasa? Ada baiknya produk atau jasa yang baik tadi mulai dipikirkan secara matang dan membuka bisnis, meskipun kecil. Dalam memulai bisnis (baca: start-up) meskipun kita memiliki produk dan jasa yang luar biasa tapi kalau tidak diimbangi dengan strategi bisnis yang baik tidak akan berhasil. Bisnis sebaiknya didukung oleh strategi yang baik dan dikemas pada business plan. Jadi business plan adalah perencanaan dari bisnis yang akan Anda lakukan saat ini sampai jangka waktu tertentu.

Kadangkala bisnis yang dilakukan oleh pemula memiliki mantra “asal jalan” saja. Namun ternyata rencana bisnis adalah peta menuju kesuksesan. Fungsi lain dari membuat rencana bisnis adalah kita akan tahu apakah apa yang kita lakukan sudah sepatutnya dilakukan, atau masih melenceng dari target semula. Business plan memiliki fungsi lain yaitu dapat merumuskan apa saja yang dapat berpengaruh dari kinerja lapangan, serta juga dapat digunakan sebagai penarik investor.

Sebenarnya, bagaimana sih cara membuat business plan yang baik? Coba kita lihat ulasan berikut ini.

1. Keep It Detail

Banyak orang berpikir cara membuat business plan itu sulit bla… bla… bla… sampai akhirnya mereka membuat business plan setebal novel terjemahan. Business plan yang diinginkan oleh investor hanyalah yang memiliki detail yang cukup signifikan untuk mengulas kebutuhan market di luar sana. Langsung menuju ke sasaran yang ada dan tidak bertele-tele.

Business plan yang baik juga dapat melihat perkiraan pasar yang membutuhkan jasa atau barang kita seberapa besar. Selain itu perkiraan pemasukan yang didapat tiap waktunya, sehingga kita dapat memperkirakan BEP (break event point) yang diperoleh, dan juga laju pengembalian modal yang dibutuhkan.

2. Simple, But Useful.

Simple bukan berarti sepele. Jangan pernah menyepelekan business plan, meskipun business plan Anda sangat simple. Berikut beberapa hal yang harus ada dalam business plan:

Deskripsi singkat bisnis.
Deskripsikan produk atau jasa Anda.
Deskripsi kelebihan produk dan jasa Anda.
Deskripsikan bagaimana bisnis anda menghasilkan uang.
Deskripsikan lingkup market anda dengan benar.
Deskripsikan bagaimana memproduksi produk atau jasa Anda.
Deskripsikan tim bisnis Anda, besar atau kecil cantumkan saja.
Deskripsikan project keuangan, termasuk banyakya uang yang dibutuhkan dan banyaknya keuntungan yang akan terkumpul (profit yang didapatkan).
Sebenenarnya masih banyak lagi yang tidak Saya tuliskan disini. Urutan dari poin business plan diatas tidak baku juga, sehingga Anda dapat lebih berkreasi untuk mengubahnya.

3. Kata Lugas dan Fantastis

Pada dasarnya, apabila kita ingin membuat business plan, cantumkan kata-kata yang yang mudah dicerna oleh semua orang. Investor kadang memiliki latar belakang yang berbeda dengan keahlian kita, sehingga mereka hanya melihat sisi ekonomi saja. Selain itu, cobalah menggunakan kata yang didengar fantastis artinya tunjukkan dengan kata “luar biasa”, “amazing”, dan sebagainya. Riset membuktikan 67% orang senang dengan kata-kata yang menumbuhkan sisi positif seperti itu.

Kata-kata fantastis membuat business plan yang Anda buat menjadi unik, dan enak di dengar. Business plan pada dasarnya menumbuhkan minat investor dengan menonjolkan keunikan business plan kita kepada mereka. Berpikir untuk “out of the box” memang harus, tetapi eksekusi di dalam box lebih penting.

______________________________________________________________________

Jika menjalankan sebuah bisnis sama seperti menerobos hutan belantara, maka business plan atau rencana bisnis adalah sebuah peta yang harus Anda miliki. Bukan hanya itu, selain sebagai penunjuk jalan, business plan akan membantu Anda mendapatkan pendanaan. Sebab, yang nantinya akan Anda presentasikan adalah business plan Anda. Kabar baiknya, mengembangkan business plan yang baik tidaklah sesulit kedengarannya. Berikut adalah 5 langkah yang perlu Anda lakukan:

Langkah 1: Mengenal Bisnis Anda

Dalam menyiapkan rencana bisnis, Anda harus tahu luar dalam dari industri yang Anda masuki. Artinya adalah banyak-banyak melakukan penelitian. Penelitian datang dalam dua bentuk: Membaca segala sesuatu tentang industri Anda, dan berbicara dengan mereka-mereka yang sudah lebih dulu berjuang di dalamnya.

Langkah 2: Tentukan Visi Anda

Sebuah rencana bisnis berfungsi untuk mengkristalkan visi bisnis Anda dan membimbing Anda dalam memenuhi visi tersebut. Jika pembiayaan bisnis Anda berasal dari investor, maka Anda harus merancang visi yang mampu menarik investor. Akan tetapi ketika pembiayaan datangnya dari kantong Anda sendiri, Anda bebas memasukkan idealisme Anda ke dalam visi Anda.

Langkah 3: Tentukan Audiens Anda

Jika audiens dari business plan Anda adalah investor, atau Anda berencana merekrut investor bermodalkan business plan, maka Anda perlu membangun sebuah business plan yang sesuai dengan mereka. Anda mungkin juga harus menyesuaikan bahasa yang Anda gunakan di dalam rencana bisnis Anda sesuai dengan audiens: investor yang kurang modern mungkin akan terintimidasi oleh jargon-jargon industri, sedangkan profesional justru akan mengharapkan itu.

Langkah 4: Membuat Rencana Bisnis Anda

Pertama, kembangkan garis besar rencana bisnis Anda. Kemudian susun sebuah rencana bisnis berdasarkan urutan berikut:

1. Pernyataan Misi, deskripsi satu sampai tiga paragraf singkat berisi tujuan bisnis Anda, atau prinsip-prinsip yang dianut bisnis Anda. Pada bagian ini, Anda harus menyatakan unique selling point (USP) bisnis Anda, yang membedakan antara perusahaan Anda dari perusahaan lain dalam industri yang sama.

2. Ringkasan Eksekutif, ringkasan satu sampai dua halaman dari bisnis Anda. Para investor akan membaca halaman ini untuk memutuskan apakah mereka ingin melihat sisa dari paket rencana bisnis Anda.

3. Penawaran Produk atau Jasa, Bagian yang menjelaskan seputar produk atau jasa yang Anda tawarkan secara detail, serta harga yang akan Anda terapkan.

4. Target Pasar. Halaman berisi siapa-siapa target pasar primer dan sekunder Anda, bersama dengan penelitian yang menunjukkan bagaimana target pasar Anda akan membeli apa yang Anda tawarkan.

5. Marketing Plan. Mempresentasikan rencana pemasaran yang menunjukkan secara rinci bagaimana Anda akan mencapai target pasar Anda, mencakup iklan dan strategi promosi lainnya.

6. Analisis Industri dan Kompetisi. Berisi analisis yang lengkap dan menyeluruh terhadap industri dan kompetisi yang mencakup semua stakeholder dalam bisnis Anda.

7. Laporan Keuangan. Gunakan proyeksi yang realistis. Didasarkan pada penelitian industri menyeluruh dikombinasikan dengan strategi bagaimana Anda akan bersaing. Setiap angka pada spreadsheet Anda harus berarti sesuatu. Laporan laba rugi harus seimbang dengan laporan arus kas Anda, yang seimbang dengan neraca Anda. Neraca Anda harus seimbang pada akhir setiap periode. Cantumkan seberapa cepat Anda akan mencapai arus kas positif. Anda harus memiliki jadwal untuk mendukung proyeksi Anda.

8. Resume of Company Principal. Sertakan biografi dan latar belakang profesional dari semua karyawan yang signifikan dalam bisnis Anda. Anda harus menekankan bagaimana mereka siap untuk mengambil tantangan menjalankan startup Anda.

9. Penawaran Anda. Berisi paket-paket investasi yang sedang Anda tawarkan, dan untuk tujuan apa Anda akan menggunakan dana tersebut.



Langkah 5: Sekarang mereka secara profesional

Setelah Anda telah mengumpulkan semua informasi penting ini bersama-sama, pastikan untuk mempresentasikan rencana Anda secara profesional. Harus diketik, marjin selaras dan rapi. Gunakan gambar grafis dan warna yang menarik. Jangan menulis tangan semua koreksi. Kualitas makalah rencana bisnis Anda harus mendekati buku atau majalah.

_____________________________________________________________________

Banyak pengusaha menulis business plan mereka bisnis hanya ketika mereka merasa perlu untuk mengamankan pendanaan bagi startup mereka. Padahal fungsi sebuah business plan jauh melebihi dari sebuah dokumen yang akan dibaca oleh bank atau investor Anda. Business plan adalah peta yang menggambarkan kemana Anda akan mengembangkan bisnis Anda. Ketika menuangkan konsep bisnis Anda di atas kertas, ada sejumlah faktor yang tidak boleh Anda abaikan. Berikut 7 di antaranya:

1. Executive Summary.

Catatan ini berisi gambaran umum dari konsep bisnis Anda, tujuan utama bisnis Anda, struktur organisasi, tim manajemen, penawaran produk atau layanan, target pasar, keunggulan kompetitif, strategi pemasaran, dan ringkasan proyeksi keuangan Anda ditulis ke dalam 1-2 halaman. Executive summary ini lebih baik ditulis terakhir setelah Anda selesai menulis setiap plan, dimana setiap paragrafnya adalah ringkasan dari bagian yang terkait dalam plan Anda.

2. Tinjauan Bisnis.

Di dalamnya tuliskan rincian seputar sejarah bisnis Anda, visi / misi, tujuan, dan struktur organisasi bisnis Anda.

3. Produk dan Layanan.

Tulis pula deskripsi produk dan layanan Anda. Masukkan elemen seperti fitur dan manfaat, keunggulan kompetitif, dan bagaimana dan di mana produk Anda akan diproduksi.

4. Tinjauan Industri.

Bagian tinjauan industri adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan viability / kelangsungan hidup bisnis Anda dengan membahas ukuran dan pertumbuhan industri Anda, pasar utama dalam industri Anda, bagaimana pelanggan Anda akan membeli produk atau jasa Anda, dan pasar mana yang akan Anda kejar.

5. Strategi Pemasaran.

Di sini, Anda menggambarkan segmentasi dan target market Anda, pesaing Anda, bagaimana diferensiasi / membedakan produk atau jasa Anda dari kompetitor, dan unique selling proposition (USP) dari produk atau layanan Anda.

• Diskusikan harga dan promosi produk atau layanan Anda. Termasuk bagaimana strategi promosi Anda akan menarik bagi masing-masing segmen dan target pasar Anda.

• Sediakan rencana taktik marketing Anda, baik tradisional maupun modern. Misalnya pameran, acara yang mengundang liputan pers, pemasaran media sosial (misalnya Facebook, Twitter, dll), networking, media cetak atau iklan online. Tulis pula rincian biaya yang terkait dengan setiap taktik.

• Jelaskan bagaimana produk atau jasa Anda akan dijual (misalnya apakah dengan membuka toko, dijual secara grosir, atau dijual lewat online), sekaligus siklus pembelian dari market Anda.

6. Rencana Operasional.

Tulis profil tim manajemen Anda, perencanaan sumber daya manusia Anda, lokasi dan fasilitas bisnis Anda, infrastruktur yang akan Anda butuhkan (misalnya komputer, internet, printer), rencana produksi Anda, dan gambaran dari kegiatan operasional Anda sehari-hari.

7. Rencana Keuangan.

Bagian ini katanya adalah bagian paling penting dari sebuah business plan. Investor seringkali menghabiskan waktu mereka untuk membedah rencana keuangan Anda. Sehingga, ada baiknya Anda mendedikasikan hingga 80% waktu Anda untuk menulis bagian ini. Di sini, Anda harus mampu menunjukkan proyeksi keuangan selama tiga tahun ke depan, termasuk laporan laba rugi, neraca pro-forma, arus kas bulanan, dan laporan arus kas tahunan.



Sumber:

https://studentpreneur.co/blog/cara-membuat-business-plan/

https://studentpreneur.co/blog/5-langkah-menulis-business-plan-yang-baik/

udentpreneur.co/blog/7-hal-penting-yang-harus-diperhatikan-ketika-menulis-business-plan/

Tag : karikatur murah, karikatur murah surabaya, desain karikatur murah, Desain karikatur, karikatur wajah, jasa karikatur wajah, Sketsa wajah, desain sketsa wajah, sketsa wajah murah, jasa karikatur, jasa karikatur surabaya, karikatur surabaya, lukis wajah, buat sketsa wajah, lukis sketsa wajah

Copyright © 2015-2019 caicaicompany.com. All rights reserved